Thursday, May 24, 2012

Five Laws of library Science Menurut Ranganathan

Tentunya antara perpustakaan, buku, pemustaka, dan pustakawan memiliki kaitan yang sangat erat dalam memanaje organisasi sebuah perpustakaan. Kaitan antara hal-hal diatas tertuang dalam Five Laws of library Science, salah satu ide brilian dari Ranganathan.

Five Laws of library Science tersebut diantaranya:
1.      Books are for use (buku untuk dimanfaatkan)
Definisi perpustakaan yang selama ini masih dirujuk bahwa perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca sudah mengalami fase lewat karena perubahan besar dalam dunia perpustakaan dan informasi telah terjadi. Perpustakaan tidak lagi hanya tempat menyimpan koleksi-koleksi yang telah ada, namun perpustakaan mempunyai fungsi yang lebih dari itu, yaitu mengembangkan koleksi-koleksinya dan mempromosikan semua buku-buku tersebut untuk dimanfaatkan.

Prinsip dasar yang digunakan pada hukum pertama ini mengandung dasar bahwa buku itu ada untuk digunakan. Hukum yang pertama ini memberikan batasan definisi kepada dua konsep yaitu perpustakaan yang dapat diakses secara terbuka dan tertutup dan pada perpustakaan yang harus menentukan peralatan dan perabotan perpustakaan untuk menempatkan koleksi secara baik dan benar. Koleksi perpustakaan di ambil dari ruang pengolahan dan dibawa keluar diletakkan di rak yang terbuka. Dalam hal ini, rak perpustakaan harus mampu diakses dengan baik oleh pemustaka. Sehingga perpustakaan harus ditempatkan di tengah-tengah atau di dekat civitas akademika yang ada. Tetapi, dimanapun lokasi perpustakaan, bagaimanapun jam buka layanannya, bagaimanapun tipe perabotannya serta bagaimanapun cara mendapatkan buku di perpustakaan, staf perpustakaannlah yang paling bertanggungajwab terhadap perpustakaan.

Selain hal tersebut di atas, perpustakaan bukan hanya menyiapkan kemudahan dalam mendapatkan buku di rak saja, melainkan bagaimana buku-buku tersebut dapat digunakan dengan baik dan tepat sasaran. Prinsip Ranganathan di atas menunjukkan bahwa buku sebagai sebuah informasi harus bisa dimanfaatkan pemustaka sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemustaka itu. Maka, dalam hal ini kita dapat mengembangkan prinsip tersebut menjadi buku itu ada untuk dimanfaatkan dan diaplikasikan. Senada dengan fungsi perpustakaan itu sebagai agent of social change di dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, koleksi-koleksi yang dikembangkan adalah koleksi yang sesusi kondisi sosial, ekonomi, kultur, agama, dan kebutuhan masyarakat itu sendiri, agar semua koleksi tidak hanya dibaca melainkan diaplikasikan secara nyata di dalam kehidupan.

2.      Every reader his book (setiap pembaca terdapat bukunya)
Pada hukum ini, prinsip yang digunakan mengacu pada kebutuhan pemustaka, di mana setiap perpustakaan dituntut untuk mampu menyediakan buku sesuai kebutuhan pemustaka. Akan tetapi pertanyaan fundamental yang masih diperdebatkan adalah “Apakah semua koleksi harus didapatkan pemustaka, sementara dana untuk membeli koleksi tersebut terbatas?”. Dengan dasar ini prinsip hukum kedua ini bisa dikembangkan sesuai kondisi perpustakaan itu sendiri.

Perpustakaan bisa melihat siapa pengguna (mayoritas)  yang memanfaatkan perpustakaan itu sendiri. Di sinilah lahir visi dan misi perpustakaan sebagai sebuah jawaban atas kebutuhan pemustaka terhadap koleksi tertentu. Dalam konteks ini perpustakaan menyesuaikan dengan visi dan misi yang ada.

Kerjasama antar perpustakaan yang satu dengan yang lain menjadi keharusan dalam mengatasi keterbatasan buku yang disebabkan oleh keterbatasan dana. Dan pustakawan yang mengelola dibidang pengadaan koleksi harus bisa memaksimalkan sebaik mungkin dana yang ada serta harus peka terhadap kebutuhan pemustaka.

3.      Every book its reader (setiap buku terdapat pembacanya)
Prinsip hukum ketiga ini menekankan adanya relasi yang harmonis antara koleksi dan pemustaka. Perpustakaan tidaklah berarti, walaupun koleksinya bergudang-gudang tanpa adanya keterkaitan atau bangunan relasi yang baik antra koleksi dan pemustaka. Karenanya, perlu ada perbaikan terus layanan terhadap pemustaka ini, khususnya dalam melakukan penelusuran terhadap koleksi yang dibutuhkan. Perpustakaan, jika menerapkan konsep ini, tidak akan pernah menyulitkan pemustaka dalam mencari informasi atau koleksi di perpustakaan.

4.      Save the time of the reader (hemat waktu pembaca)
Prinsip ini menekankan pada kemudahan dalam menemukan koleksi yang dibutuhkan pemustaka. Jangan waktu mencari koleksi tersebut jauh lebih besar atau lebih banyak dari pada koleksi yang didapat. Aturan-aturan yang menyulitkan, pelayanan yang lambat, dan kesukaran dalam menelusur harus dihilangkan agar waktu pemustaka lebih hemat dan teratur. Perpustakaan dituntut untuk terus memperbaiki sistem yang ada, baik itu aturan, kebijakan, atau operasionalisasinya.

5.      A library is a growing organism (perpustakaan adalah organisme yang berkembang)
Hukum yang terakhir ini menjelaskan kepada kita bahwa yang terpenting dari sebuah perpustakaan adalah bahwa perpustakaan itu selalu tumbuh dan berkembang serta berubah dan akan selalu mengalami hal seperti itu. Koleksi perpustakaan selalu bertambah dan berubah, teknologi terus berkembang maju dan budget juga selalu mengikuti perubahan itu. Perubahan-perubahan yang kompleks tersebut harus diantisipasi dan diimbangi dengan manajemen yang baik.

Prinsip hukum yang kelima ini merupakan proses perjalanan lembaga (apapun) itu yang tidak pernah lepas dari perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan manusia, sehingga dalam hal ini perpustakaan harus mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan itu sendiri. Kepekaan lembaga dan yang terkait adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Jika tidak, perpustakaan akan tenggelam dalam paradigma lama dan sulit maju. Di sini resistensi (penolakan) akan perubahan itu bisa menjadi dosa sosial yang berakibat mundurnya bangsa ini.

Sumber: http://rohana-sasak.blogspot.com/2012/05/five-laws-of-library-science.html

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih. Salam Pustakawan!