Wednesday, March 30, 2016
Saturday, March 12, 2016
Friday, March 11, 2016
Thursday, March 10, 2016
Saturday, March 5, 2016
Kemuliaan Lubna Pejuang Buku dari Cordoba
Islam sempat mengalami kejayaan di Andalusia, Spanyol. Saat itu peradaban Islam banyak menelurkan tokoh-tokoh Muslim, baik tokoh laki-laki maupun perempuan. Salah satu tokoh perempuan yang lahir dari peradaban tersebut adalah Lubna, pejuang dari Cordoba yang dimuliakan karena buku dan bakat-bakatnya.
Lubna adalah putri asli Spanyol pada abad 10 yang tumbuh di lingkungan istana khalifah Abdurrahman III (931-961) dari Bani Umayah. Lubna dikenal sebagai sosok Muslimah yang banyak mempunyai peran dan bakat. Namun, bakat-bakat tersebut belum tentu jelas kebenarannya lantaran sedikitnya literatur yang ditemukan.
![]() |
| Iklan Mukena Cantik "Ummu Craft" |
Situs almiraah menyebut, seorang penulis bernama Kamila Shamsie berpendapat bahwa ada alasan untuk tidak percaya tentang sosok Lubna yang disebutkan tersebut karena bisa jadi Lubna merupakan sosok perwujudan dari dua atau mungkin tiga wanita di Istana Cordoba saat itu.
Namun, sebelum kita terlarut dengan berbagai spekulasi tersebut, mari kita simak sosok Lubna yang selama ini dikenal umum melalui beberapa sumber. Sebuah sumber menyebutkan, Lubna awalnya lahir sebagai seorang budak perempuan Spanyol. Namun, khalifah Abdurrahman membebaskannya karena melihat bakatnya yang istimewa.
Umroh Hemat Mulai dari 21-JT-an
Klik Hannien Tour
Selanjutnya, yang paling penting ia dipercayakan untuk memimpin perpustakaan di Istana Kordoba. Perpustakaan Kordoba saat itu dianggap sebagai salah satu perpustakaan paling penting sehingga merupakan prestasi tersendiri jika ada seorang wanita yang berhasil mendapat kepercayaan di perpustakaan itu.
Setelah Abdurrahman wafat, Hakam II tetap mempertahankan jabatan Lubna sebagai pemimpin perpustakaan. Gairah al-Hakam II terhadap ilmu dan budaya bahkan melebihi ayahnya. Tak heran jika Lubna semakin leluasa mengembangkan bakat keilmuannya sehingga dapat memajukan rakyat Kordoba.
Jual Susu Kambing Etawa
Klik GOMARS
Beberapa sumber mengatakan, dalam menjalankan tugasnya sebagai pustakawan, Lubna bertanggung jawab untuk memperoleh buku perpustakaan sehingga dia pun pernah melakukan perjalanan ke Kairo, Damaskus, dan Baghdad.
Dalam berjuang sebagai pustakawan kekhalifahan, Lubna berhasil mendapatkan koleksi buku hingga lebih dari 500 ribu buah. Selama berabad-abad, perpustakaan yang dipimpin Lubna ini adalah yang terbesar di Eropa dan hanya bisa dikalahkan oleh perpustakaan di Baghdad.
Perjuangan Lubna tersebut mungkin berlandaskan sebuah ungkapan "buku adalah jendela dunia" sehingga Lubna mengabdikan dirinya untuk buku. Karena itu, Muslimah ini patut menjadi contoh untuk para Muslimah di Indonesia sehingga dapat melahirkan generasi-generasi yang cerdas.
Selain kesuksesannya menjadi seorang pustakawan, perannya sebagai juru tulis juga sangat penting untuk dicontoh. Juru tulis saat itu melampaui tugas standar seorang penulis dan penerjemah karena dia bertanggung jawab untuk menyalin banyak teks termasuk Euclid dan Archimedes. Apalagi, ia harus memahami sendiri akan teks yang sudah ada tersebut.
Berdasarkan sumber yang menyebut Lubna sebagai matematikawan besar, Lubna sering berjalan di sepanjang jalan-jalan Cordoba untuk mengajar persamaan matematika kepada anak-anak. Anak-anak tersebut akan mengikutinya hingga dinding pembatas istana Cordoba sambil membaca tabel perkalian yang diajarkan Lubna.
Seorang sejarawan dan penulis sejarah Andalusia, Ibnu Bashkuwal, mengatakan, bahkan Lubna merupakan wanita yang ahli di bidang tulis-menulis, gramatika, dan puisi. Selain itu, keahlian di bidang matematika dan sainsnya juga luar biasa. "Saat itu tak ada seorang pun yang lebih mulia dibanding dirinya," kata Ibnu Bashkuwal. [Ibn Bashkuwal, kitab al-Silla (Cairo, 2008), Vol. 2: 324].
Bersama Hasdai bin Shaprut, Lubna juga menjadi inisiator pembangunan perpustakaan yang sangat terkenal saat itu, Madinah az-Zahra (berarti 'kota kembang'). Berdasarkan sejumlah riwayat dari sejarawan Arab, pada masa al-Hakam II tersebut ada lebih dari 170 perempuan terdidik yang bertanggung jawab untuk menyalin naskah-naskah penting.
Sosok Lubna mungkin menjadi salah satu sosok perempuan yang terlupakan dalam peradaban Islam. Namun, berdasarkan sumber yang mengungkap sosok Lubna, kini dia dapat menginspirasi perempuan Muslim yang hidup di zaman ini.
Tidak ada keterangan terkait nama lengkap Lubna. Ia hanya lebih umum dikenal dengan 'Lubna dari Cordoba'. Meskipun, kadang-kadang ia disebut juga Labna atau Labhana.
Lubna wafat pada tahun 984 dan belum diketahui apa penyebab kematiannya. Tetapi, yang jelas dia sebagai pejuang buku telah banyak berkontribusi terhadap peradaban Islam di Andalusia sehingga menjadi Spanyol seperti saat ini.
Dalam berjuang sebagai pustakawan kekhalifahan, Lubna berhasil mendapatkan koleksi buku hingga lebih dari 500 ribu buah. Selama berabad-abad, perpustakaan yang dipimpin Lubna ini adalah yang terbesar di Eropa dan hanya bisa dikalahkan oleh perpustakaan di Baghdad.
Perjuangan Lubna tersebut mungkin berlandaskan sebuah ungkapan "buku adalah jendela dunia" sehingga Lubna mengabdikan dirinya untuk buku. Karena itu, Muslimah ini patut menjadi contoh untuk para Muslimah di Indonesia sehingga dapat melahirkan generasi-generasi yang cerdas.
Selain kesuksesannya menjadi seorang pustakawan, perannya sebagai juru tulis juga sangat penting untuk dicontoh. Juru tulis saat itu melampaui tugas standar seorang penulis dan penerjemah karena dia ber tanggung jawab untuk menyalin banyak teks termasuk Euclid dan Archimedes. Apalagi, ia harus memahami sendiri akan teks yang sudah ada tersebut.
Berdasarkan sumber yang menyebut Lubna sebagai matematikawan besar, Lubna sering berjalan di sepanjang jalan- jalan Cordoba untuk mengajar persamaan matematika kepada anak-anak. Anak-anak tersebut akan mengikutinya hingga dinding pembatas istana Cordoba sambil membaca tabel perkalian yang diajarkan Lubna.
Seorang sejarawan dan penulis sejarah Andalusia, Ibnu Bashkuwal, mengatakan, bahkan Lubna merupakan wanita yang ahli di bidang tulis-menulis, gramatika, dan puisi. Selain itu, keahlian di bidang matematika dan sainsnya juga luar biasa. "Saat itu tak ada seorang pun yang lebih mulia dibanding dirinya," kata Ibnu Bashkuwal. [Ibn Bashkuwal, kitab al-Silla (Cairo, 2008), Vol. 2: 324].
Bersama Hasdai bin Shaprut, Lubna juga menjadi inisiator pembangunan perpustakaan yang sangat terkenal saat itu, Madinah az-Zahra (berarti `kota kembang). Berdasarkan sejumlah riwayat dari sejarawan Arab, pada masa al-Hakam II ter- sebut ada lebih dari 170 perempuan terdidik yang bertanggung jawab untuk menyalin naskah-naskah penting.
Sosok Lubna mungkin menjadi salah satu sosok perempuan yang terlupakan dalam peradaban Islam. Namun, berdasarkan sumber yang mengungkap sosok Lubna, kini dia dapat menginspirasi perempuan Muslim yang hidup di zaman ini.
Tidak ada keterangan terkait nama lengkap Lubna. Ia hanya lebih umum dikenal dengan `Lubna dari Cordoba'. Meskipun, kadang-kadang ia disebut juga Labna atau Labhana.
Lubna wafat pada tahun 984 dan belum diketahui apa penyebab kematiannya. Tetapi, yang jelas dia sebagai pejuang buku telah banyak berkontribusi terhadap per- adab an Islam di Andalusia sehingga menjadi Spanyol seperti saat ini.
Sumber: Republika
Labels:
Pustakawan
Monday, June 15, 2015
Notulensi Workshop Service Excellence 2015
08.50 WIB Pembukaan :
Sambutan Ketua Panitia, Siti Maryam, M.hum
Pelayanan prima dituntut dan
harus dilaksanakan oleh sebuah lembaga. Apalagi
perpustakaan yang tugas hariannya adalah melayani masyarakat umum. Perpustakaan
di lingkungan UIN Jakarta harus
memberikan pelayanan prima. Kinerja layanan di Perpustakaan dapat dinilai
dengan Indeks Kepuasan Utama. Kepuasan dapat dicapai jika kita memberikan
pelayanan terbaik. Perpustakaan harus terus meningkatkan pelayanan. Jika dahulu
hanya pelayanan hanya berorientasi pada user, maka saat ini pelayanan
berorientasi pada satisfaction user
(harapan pemustaka).
Peserta workshop service
excellence terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, administrasi, dan
petugas kebersihan. Acara akan dilaksanakan selama satu hari. Panitia mohon
maaf atas kekuarangan selama acara berlangsung.
Sambutan Kepala Pusat Perpustakaan UIN Jakarta, Amrullah Hasbana, S.S.,
MA
Apapun service yang kita lakukan
tujuannya adalah user satisfaction. Service excellence atau layanan prima
merupakan layanan yang cepat, baik dan berkualitas. Layanan prima sudah ada sejak 14
Abad yang lalu dengan istilah ihsan.
Kita harus berbuat adil dan
ihsan, sesuai dengan firman Allah “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku
adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang
dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (An-Nahl : 90). Adil itu
memberikan sesuatu pada tempatnya. Ihsan tidak hanya mu’amalah pada Allah, tetapi
juga terhadap sesama manusia.
Dalam konteks hubungan dengan
Allah, maka pastikan bahwa kita melihat Allah atau Allah melihat kita, sehingga
ibadah kita adalah ibadah yang terbaik dan berkualitas. Kedudukan ihsan lebih
tinggi dari adil. Maka ketika bekerja harus ada hiasannya, berkualitas, juga
ada seninya. Banyak dalil yang berbicara mengenai ihsan baik dalam hadits
maupun dalam al-Qur’an. “Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala
hal. “ (Shahih, HR Muslim). “…wabil walidaini ihsana….” yang artinya “…berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu
bapak...”(Al-An'am 151).
Jangan sampai aktivitas dan
pelayanan kita masih dalam level poor, contohnya datang pukul 08.00 WIB dan pulang
pukul 16.00 WIB (sesuai aturan jam kerja), melayani tanpa senyum, memberikan layanan
yang buruk, tidak tersenyum, tidak menjawab pertanyaan pemustaka, tidak
mencarikan koleksi yang dibutuhkan pemustaka. Seharusnya aktivitas dan
pelayanan kita ditingkatkan ke level average, good, very good, bahkan excellent
service. Slogan yang ada seharusnya dapat diterapkan. Apalagi Perpustakaan sudah
mendapatkan SMM ISO 9001:2008.
Workshop service excellence sudah
beberapa kali kita laksanakan. Workshop saat ini adalah dalam rangka refreshment. Peserta workshop tidak hanya pegawai yang
berhubungan langsung dengan pemustaka tetapi juga ada peserta yang tidak
berhadapan langsung dengan pemustaka seperti bagian administrasi, keuangan,
kebersihan. Momentum workshop saat ini harus kita manfaatkan.
Do’a Memohon Kelancaran Acara oleh Yordanissalam, Lc
Materi
1
Pelayanan Publik : dalam Reformasi Birokrasi untuk
Pendidikan
oleh B.S.Wibowo, SKM. MARS.MM. CPHR
# Ada Sembilan Happiness di dunia,
antara lain 1. Pendidikan 2. waktu luang 3. Kesehatan, 4. Hidup layak (sandang,
pangan papan), 5. Pemerintah 6. Lingkungan 7. Budaya 8. Pemerintahan, 9.
Kehidupan sosial
# Surat dari tahun 2070 membahas
mengenai kehidupan sulit dalam menghadapi lingkungan yang sudah rusak.
# Dalam pengembangan SDM, maka
diperluan pendidikan, pelatihan, buku, arsip, sejarah. Perpustakaan perlu memberikan
kenyamanan supaya pemustaka tidak membawa bukunya tanpa seijin petugas
perpustakaan, menghemat air, listrik, dan perlengkapan ATK.
# Dalam kompetensi dunia, maka dibutuhkan
hal-hal berikut, antara lain: 1. mencapai tujuan, 2.ukuran waktu 3. Hasil
terbaik 4. Kemanfaatan.
# Agar dapat tercapai tujuan
utama dalam meningkatkan pelayanan publik maka diperlukan undang-undang dan penegakkan
hukum.
# Indonesia diprediksi akan
mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk
dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia
lanjut belum banyak.
# Perpustakaan merupakan wujud dari
knowledge management. SDM adalah pelaku intelektualnya.
# Reformasi merupakan
transparansi akuntabilitas.
# Zaman dahulu terjadi pemutusan
knowledge management.
# Perpustakaan UIN Jakarta yang
berada dibawah Kementerian Agama RI perlu menerapkan nilai Kementerian Agama
RI, antara lain Integritas, professional, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Pertanyaan (Lolitasari, M.Hum) :
1. Diantara beberapa perpustakaan
yang pernah dikunjungi oleh narasumber, perpustakaan manakah yang merupakan
perpustakaan terbaik?
2. Apakah kriteria Perpustakaan
yang termasuk dalam perpustakaan terbaik?
Jawaban oleh B.S.Wibowo, SKM. MARS.MM. CPHR
Sebaiknya Perpustakaan memiliki Standard
Operational Procedures (SOP) untuk setiap kegiatannya. Perpustakaan yang baik
adalah jika Jumlah sumber informasinya memadai, kecepatan dalam memberikan
layanan kepada pemustaka, dan aneka ragam jenis koleksi yang dapat dipinjam. Perpustakaan
perlu berupaya agar koleksi yang dimiliki dapat dimanfaatkan masyarakat.
Materi 2
Membangun
Spiritualitas dalam Bekerja
Oleh Agus
Abdurrahman
# Bersyukurlah dengan yang apa
yang telah kita miliki saat ini.
# Manusia berhubungan erat dengan
Allah, Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Alam
# Dalam kehidupan, kekuatan
spiritual memiliki peran yang amat penting.
Materi 3
Pelayanan Prima :
Menyiapkan Pelayanan Publik yang Kompetitif
oleh B.S.Wibowo, SKM. MARS.MM. CPHR
# Tridarma Perguruan Tinggi antara
lain pendidikan, Pengabdian kepada masyarakat, dan penelitian. Ketiga hal ini
sebagai jantung dalam Perguruan Tinggi.
# Perkembangan perpustakaan berjalan
seiring dengan perkembangan teknologi
# Beberapa lingkungan yang
mengalami perubahan antara lain : politik, ekonomi, sosial dan budaya,
teknologi, lingkungan, dan hukum
# Pilihlah perubahan yang
terbaik.
# Pelayanan prima adalah pelayanan
yang adil dan ihsan
15.40 Penutupan
Ditutup oleh
Kepala Pusat Perpustakaan UIN Jakarta, Amrullah Hasbana, S.S., MA
Peserta workshop terlihat antusias
hingga akhir kegiatan workshop. Semoga workshop service excellence dapat bermanfaat
bagi orang lain.
Tuesday, December 30, 2014
Legal Pluralism in Settling Inheritance Disputes in Basemah, South Sumatera
Dewi Sukarti
Legal Pluralism in Settling Inheritance Disputes in Basemah, South Sumatera
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 47-56
Legal Pluralism in Settling Inheritance Disputes in Basemah, South Sumatera
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 47-56
Persoalan warisan hadir dalam setiap tradisi, mulai dari tradisi-tradisi besar hingga tradisi-tradisi kecil karena sebagaimana pendapat Vinogradoff bahwa warisan diberikan setelah kematian orang tua agar anak-anaknya mampu menjalani hidupnya setelah orang tua mereka meninggal. Karena itu, hukum Islam sebagai tradisi besar dan hukum adat Basemah sebagai tradisi kecil menetapkan aturan tentang warisan. Kedua sistem hukum ini dipraktikan secara luas di masyarakat Basemah. Namun, ketika ada perselisihan tentang warisan yang diajukan ke pengadilan, terdapat dua pengadilan yang berwenang untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Pengadilan Negeri mengadili unsur adat dari warisan (budel) dan kemungkinan unsur pidana dalam perselisihan waris tersebut. namun ketika perselisihan diajukan ke Pengadilan Agama, hakim akan mengacu pada hukum Islam. Dengan begitu, negara mengakui pluralisme hukum waris.
Labels:
Artikel-indeks
Arus Utama Perdebatan Hukum Perkawinan Beda Agama
Khamami Zada
Arus Utama Perdebatan Hukum Perkawinan Beda Agama
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 39-46
Arus Utama Perdebatan Hukum Perkawinan Beda Agama
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 39-46
Artikel ini ingin menguji keterhubungan pemberlakuan hukum perkawinan beda agama dengan pendapat-pendapat ulama fikih dan perubahan sosial politik suatu negara. Hukum perkawinan beda agama di Yaman Utara, Yordania, Aljazair, dan Irak tidak begitu sepenuhnya dipengaruhi oleh mazhab fikih yang dianut mayoritas penduduknya. Justru perkawinan beda agama di negara-negara tersebut sedikit keluar dari mainstream pendapat ulama fikih yang memakruhkan laki-laki Muslim yang menikah dengan wanita Ahl al-Kitab. Posisi ini diambil bukan karena dipengaruhi oleh kolonialisme Barat yang berlangsung lama dalam memberlakukan hukum, melainkan kuatnya Islamisme, seperti Ikhwanul Muslimin di Yordania, Front Islamic Salvation di Aljazair, dan kuatnya pengaruh gerakan Syiah di Irak dan Yaman Utara dalam membangun konservatisme agama dalam urusan perkawinan beda agama. Tidak heran jika empat negara ini mengambil jalan kembali ke teks Alquran untuk mengatur hukum perkawinan beda agama.
Monday, December 29, 2014
Model Manajemen Fundraising Wakaf
Miftahul Huda
Model Manajemen Fundraising Wakaf
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 31-38
Model Manajemen Fundraising Wakaf
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 31-38
Artikel ini mengkaji model fundraising wakaf melalui sumber-sumber konvensional, produktivitas aset wakaf, dan in-kind wakaf pada Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya. Studi ini menunjukkan bahwa Yayasan ini menggunakan manajemen fundraising wakaf dengan menggunakan model resources fundraising seperti metode penggalangan dari sumber-sumber konvensional baik secara langsung maupun tidak langsung dan model grant fundraising seperti penguatan program pemberdayaan pada penyaluran wakaf. Sedangkan dalam pengembangan model asset fundraising, dan in-kind wakaf, YDSF belum dapat mengembangkannya sehingga YDSF termasuk nadhir wakaf yang masih dalam kluster pengelolaan wakaf langsung.
Labels:
Artikel-indeks
Rekonstruksi Pemahaman terhadap Konsep Riba pada Transaksi Perbankan Konvensional
Muhammad Muflih
Rekonstruksi Pemahaman terhadap Konsep Riba pada Transaksi Perbankan Konvensional
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 21-30
Rekonstruksi Pemahaman terhadap Konsep Riba pada Transaksi Perbankan Konvensional
Ahkam, Vol. XIII, No. 1, Januari 2013 : 21-30
Riba dalam perbankan konvensional terjadi karena adanya pelanggaran terhadap sistem sarf. Pelanggaran tersebut terindikasi dari tidak terpenuhinya dua prinsip utama sarf, yakni prinsip pembayaran tunai harta ribawi (yad bi yad) dan prinsip pertukaran antarharta ribawi yang sama kuantitas dan kualitasnya (sawa bi sawa). Studi ini menolak pandangan ahli ekonomi Islam modern yang mengatakan bahwa riba dalam perbankan konvensional terjadi karena adanya pelanggaran dalam sistem utang-piutang. Padahal alur riba di perbankan tersebut seharusnya dilihat dari perspektif pertukaran sebagaimana yang telah digariskan dala kitab-kitab fikih klasik, bukan dilihat dari perspektif utang-piutang. Perbedaan pandangan ini memiliki implikasi yang sangat besar dalam sistem keuangan Islam modern.
Subscribe to:
Posts (Atom)
