Showing posts with label Perpustakaan Daerah. Show all posts
Showing posts with label Perpustakaan Daerah. Show all posts
Tuesday, April 12, 2016
Monday, April 16, 2012
Hentikan Tradisi Kebijakan Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan
Untuk kedua kalinya, citra perpustakaan sekolah diperburuk oleh
kebijakan penempatan guru bermasalah di perpustakaan sekolah. Kasus
terbaru di SMPN 26 Purworejo seperti yang diberitakan oleh Harian Suara
Merdeka, 18 Maret 2012 dengan judul “Guru Pemukul Siswa Dibebastugaskan Mengajar”.
Dalam berita tersebut Kepala Dinas P dan K Kabupaten Purworejo,
menyatakan bahwa guru berinisial Ar yang melakukan penganiayaan terhadap
siswa SMPN 26 Purworejo untuk sementara dibebastugaskan dari mengajar
dan untuk sementara menjadi petugas perpustakaan. Tahun 2009, kasus yang
sama terjadi di SMP Negeri 79 Jakarta, seperti yang dimuat di Koran
Tempo pada tanggal 19 Januari 2009 dengan judul “Guru Penganiaya Siswa Dipindah Tugas”.
Menyikapi kasus-kasus tersebut di atas, kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) sebagai lembaga pengembangan kepustakawan sekolah Indonesia menyampaikan keberatan terhadap kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan karena telah memberi citra buruk bagi perpustakaan sekolah sebagai tempat penghukuman.
Kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan merupakan bentuk kurang pahamnya para pengambil kebijakan di instansi-instansi yang mengelola bidang pendidikan tentang fungsi perpustakaan sekolah serta standar perpustakaan sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25 Tahun 2008. Kasus ini, selain memberi citra buruk terhadap perpustakaan sekolah juga merupakan pelecehan terhadap profesi pustakawan.
Kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama APISI berharap di masa mendatang kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lain serta di semua jenis perpustakaan di Indonesia.
Secara tegas kami menyatakan:
“Hentikan tradisi kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan!”
—
Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI)
Alamat Sekretariat APISI
Jl. Dahlia No. 355A Rt 007/15 Serua Ciputat 15414
Telepon: 021- 94326925; 021-818155374; Faks: 021-746 37 522
Email: kotaksurat@apisi.org
Website: http://apisi.org
Solidaritas Pustakawan Tolak Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan
Ahmad Subhan 081 227 1955 77
lempoxe@yahoo.com
http://www.facebook.com/groups/solidaritaspustakawanindonesia
Petisi ini didukung oleh:
Menyikapi kasus-kasus tersebut di atas, kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) sebagai lembaga pengembangan kepustakawan sekolah Indonesia menyampaikan keberatan terhadap kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan karena telah memberi citra buruk bagi perpustakaan sekolah sebagai tempat penghukuman.
Kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan merupakan bentuk kurang pahamnya para pengambil kebijakan di instansi-instansi yang mengelola bidang pendidikan tentang fungsi perpustakaan sekolah serta standar perpustakaan sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25 Tahun 2008. Kasus ini, selain memberi citra buruk terhadap perpustakaan sekolah juga merupakan pelecehan terhadap profesi pustakawan.
Kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama APISI berharap di masa mendatang kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lain serta di semua jenis perpustakaan di Indonesia.
Secara tegas kami menyatakan:
“Hentikan tradisi kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan!”
—
Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI)
Alamat Sekretariat APISI
Jl. Dahlia No. 355A Rt 007/15 Serua Ciputat 15414
Telepon: 021- 94326925; 021-818155374; Faks: 021-746 37 522
Email: kotaksurat@apisi.org
Website: http://apisi.org
Solidaritas Pustakawan Tolak Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan
Ahmad Subhan 081 227 1955 77
lempoxe@yahoo.com
http://www.facebook.com/groups/solidaritaspustakawanindonesia
Petisi ini didukung oleh:
- AC Sungkana Hadi (Pustakawan Utama Universitas Cendrawasih).
- Acep Muslim (Pustakawan AKATIGA Bandung).
- Achmad Djunaedi (Pustakawan PUSTAKA, Bogor).
- Ade Heri Wibawa (Pustakawan SDN 2 Klampok Banjarnegara).
- Adi Prasetyawan (Pustakawan UPN Veteran Jatim).
- Aditya Nugraha (Perpustakaan UK Petra Surabaya).
- Ahmad Subhan (Pustakawan IRE Yogyakarta).
- Ahmadul Fajri (Riau).
- Akhmad Syaikhu (Pustakawan PUSTAKA Bogor).
- Ali Minanto (Pustakawan PolGov UGM).
- Amy Lee (Pustakawan SMAN 3 Metro-Lampung).
- Andang Liestyarini (Ujungberung).
- Andres Amrulloh, S.Sos. (Bogor)
- Andya Nur Cahyono (Pustakawan Unindra).
- Any Fauzianie (Bandung International School).
- Arie Nugraha (Dosen IP&I UI).
- Arief Budiman (Alumni IP&I UNPAD).
- Arif Surachman (Pustakawan FEB UGM).
- Aris Maulana (Mahasiswa IP&I UI).
- Arman Kurniadi (Jakarta).
- Arsidi Ahmad (Pustakawan Sekolah Teladan, Pengurus ATPUSI Yogyakarta).
- Asbahul Pajri Taslim (Pustakawan Universitas Dehasen Bengkulu).
- Asep Saeful Rohman (Dosen IP&I UNPAD).
- Bagus Ramdan (Konsultan Perpustakaan, Bandung).
- Bambang Murdianto (Ungaran).
- Bambang Setianto (Bojonegoro).
- Banu Susanto (Pustakawan UNIMED).
- Basya Zia (SDIT Luqman Hakim Yogya, Pengurus ATPUSI Kota Yogya).
- Bayu Setya Pambudi, A.Md. (Yogyakarta).
- Bondhan Endriawan (Pustakawan Univ. Negeri Trunojoyo Madura).
- Christina Retno (Pustakawan, Bekasi).
- Christina Tulalessy (Jakarta).
- Christine Sadeli (Pustakawan Global Prestasi School, Jakarta).
- Daud Saputra (Depok).
- Dewi Apriliani (Bandung).
- Dewi Puspitasari (Pustakawan UNAIR).
- Dhama Gustiar Baskoro (Pustakawan UPH).
- Dicky Ermandara (Sumedang).
- Didik Witono (Surabaya).
- Dimas Rizky Prasetio (Librarian Ruang Depan Gallery S.14).
- Dimas Wahyu Nugroho (Pusat Dokumentasi HAM UBAYA).
- Dina Isyanti (Pustakawan, Jakarta).
- Dindin Catur Nur Putrianti (INTI College Indonesia).
- Djoko Prasetyo (Purwokerto).
- Dwi Novita Ernaningsih (Pustakawan UM).
- Elfian Sumendap (Perpustakaan STA Tiranus, Bandung).
- Elisabeth Sondang (Associate Librarian – JIS).
- Endang Ernawati (Library and Knowledge Center Bina Nusantara University).
- Endang Fatmawati (Kepala Perpustakaan FEB UNDIP).
- Endang Fitriyah (Surabaya).
- Endang Gunarti (Surabaya).
- Endhar Priyo Utomo (Semarang).
- Erizt Putra Kelana (Alumni IP&I UIN Sunan Kalijaga).
- Etin Sumiyati (Sekretariat Wakil Presiden RI).
- Evalien Suryati (Salatiga).
- Fahma Rianti (Pustakawan STEI SEBI Sawangan Depok).
- Faishal Hidayatullah (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro).
- Firman Edi (ATPUSI Riau).
- Francisca Messakh (Sekolah Pelita Harapan Karawaci).
- Galuh Paramita Swasti (Pustakawan UDINUS Semarang).
- Gamma (Staff Library News TV ONE).
- Gerri Mulyawandry (Labschool Kebayoran).
- Halima Bustami (Pustakawan UNJ).
- Hamid Mahmud Marrancang (Perpustakaan STAIN Parepare).
- Hanna Latuputty (Pengurus Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia – APISI).
- Hartanto (Sidoarjo).
- Hastun Rifa’i (Wonogiri).
- Hendriyanto (Kulonprogo).
- Heni Feviasari (Pustakawan STEI Tazkia).
- Heri Kurniawan (Pustakawan SMAN 1 Lendah Kulonprogo DIY).
- Heriyanto (Pengajar Ilmu Perpustakaan di Semarang).
- Herlina (UPT Perpustakaan IAIN Raden Fatah, Palembang).
- Hertanto Eko, A.Ma.Pust (Pustakawan SD di Kab. Tegal).
- Hijrah Fitriani (Pustakawan RSUP Fatmawati Jakarta).
- Hilda Putong (Librarian, Head of Research Center Ssttintim Makassar).
- I Gede Edy Purwaka (Staf Unit Capacity Development, Yayasan SATUNAMA Yogyakarta).
- Ika Wulandari (Bandung).
- Ikatan Alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Sunan Kalijaga Yogyakarta.
- Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII).
- Imam Budi P (Binus Business School Librarian).
- Imelda Nuralam Pakpahan (Pustakawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan)
- Imron Rosyadi (Pustakawan IAIN Walisongo Semarang).
- Information Resource Center (IRC) Jakarta.
- Irma Elvina (Perpustakaan IPB).
- Irman Siswadi (Pustakawan UI).
- Ishak Juarsa (Perpustakaan Sumatera Selatan).
- Iskandar Said (Pustakawan Unhas Makassar).
- Ismawati Setyaningsih (Pustakawan, Bekasi).
- Iwan Prasetyo (Jakarta).
- Iwan Tero (Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara).
- Jajang Burhanudin (Pustakawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
- Jazimatul Husna Arba’i (Pustakawan FTM TL UPN ” V” Yogyakarta ).
- Joko Bangun Nugroho (Pustakawan SDN Kabuaran, Prb, Kbm).
- Jumadi (Grobogan-Purwodadi).
- Jurusan Ilmu Informasi & Perpustakaan Fikom UNPAD.
- Kalarensi Naibaho (Pustakawan UI).
- Kemala Widya Paramita (Jakarta).
- Klub Perpustakaan Indonesia (KPI).
- Kurnia Utami (Perpustakaan UMS).
- Latifah Wahyuni (Pustakawan SMPN 7 Magelang).
- Leilla Claudya (Surabaya).
- Lenny Florida Sitanggang (Pustakawan Sekolah Medan).
- Lenti Sitorus (Pustakawan Khusus – Jakarta).
- Lesdi suryadi said,S.IP, (Pustakawan SMAN 9 Kota Tangerang Selatan).
- Lilies Fardhiyah (Bogor).
- Lis Setyowati (FT UNDIP).
- Lukman Budiman (Bogor).
- Lulu Lucyana (Jakarta).
- Luthfianti Makarim (Pustakawan, Jakarta).
- M. Harfano A (Pustakawan SMP/SMA Sutomo 1, Medan).
- Mamok Suparmo Paulus (Yogyakarta).
- Mariyah (Pustakawan UI).
- Maryani Septiana (Pustakawan Poltek Batam).
- Maryulisman (Pustakawan UIN Jakarta).
- Mat Sjafii (Pustakawan Unair).
- Melkion Donald (Pustakawan Baperpusip Prov. Jatim).
- Minanuddin (Forum Perpustakaan Khusus).
- Misbah Munir (Banjarmasin).
- Mochamad Ariyo Faridh Zidni (Pustakawan Konsultan/Independen/ Jakarta-Bogor).
- Moh Rif’an SIP (Pustakawan MAN 2 Madiun).
- Mohamad Aries (Depok).
- Mohammad Luthfil Hakim (Pustakawan Fak. Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
- Muhammad Sholihin (Universitas Sebelas Maret).
- Muhammad Tawwaf, S.IP.M.Si (Pustakawan UIN Suska Riau & Ketua PD IPI Riau).
- Mujaini (Pustakawan Inspektorat Jenderal Kemenkeu).
- Munawaroh (Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya).
- Murad Maulana (Pustakawan Bapusda Kab. Indramayu).
- Muraro Bidami (Mahasiswa IP&I IAIN Raden Fatah Palembang).
- Murtini Pendit (Pustakawan Senior).
- Mustika Wati (Jakarta).
- Musyawarah Kerja Pengelola Perpustakaan Sekolah (MKPPS) Kota Metro-Lampung.
- Mutri Batul Aini ( Pustakawan Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta).
- Nasirullah Sitam (Alumni IP&I UIN Sunan Kalijaga).
- Neni Trisnawati (Bogor).
- Nina Purwani Istiana (Pustakawan UGM).
- Nurma Baity Abidin, S.Hum (Perpustakaan SMKN 1 Tengaran, Kab.Semarang).
- Nurul Hayati (JIP UIN Jakarta).
- Ola Triana (Mahasiswa Ilmu Informasi & Perpustakaan Fikom Unpad).
- Perpustakaan American Corners Indonesia.
- Perpustakaan Antropologi Padjadjaran.
- Perpustakaan Dbuku (Surabaya).
- Perpustakaan UNIKOM (Bandung).
- Prafita Imadianti (Mahasiswa Magister Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia).
- Prakoso Bambang (Surabaya).
- Prita Hw (Alumni IIP Unair, Founder Jaringan Insan Baca, Penulis).
- Puti Asmarani (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
- Quraisy Mathar (Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar).
- Rahmad Adhi Tama (Depok).
- Rahmat Saputra (Depok).
- Ratna Kriswijayanti (Perpusda Kab. Jepara).
- Reni Siti Zachrani (Pustakawan Balitnak, Bogor).
- Resty Jayanti Fakhlina (Dosen Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi IAIN Imam Bonjol Padang).
- Retno Vian Rosika (Pustakawan SMP 8, Kota Batu).
- Riana Mardina (Pustakawan UKRIDA).
- Rika Mustikawati, S.Sos (Sukabumi).
- Rini Yastuti (Semarang).
- Rosita T (Perpustakaan HITS Tangerang).
- Rotmianto Mohamad (Pemkab Magetan).
- Salmubi (Perpustakaan B.J. Habibe Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar).
- Samuel Tri Santoso (Pustakawan SMA WARGA Surakarta).
- Sasadara Manjer Kawuryan (Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang).
- Sekar Dinihari K. Wardhana (Ichthus School Jakarta South).
- Shanti Maulani (Mahasiswa II&P Fikom Unpad).
- Siti Nurningsih (Jakarta).
- Sri Ati Suwanto (Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP).
- Sri Sulastri Prabowo (Bogor).
- Sri Wulan (Pustakawan Biologi LIPI).
- Sugeng Wahyu Ariyadi (Pustakawan Baperpusip Prov. Jatim).
- Sulistiorini (Pustakawan Unair).
- Sulistyo Basuki (Profesor Ilmu Perpustakaan & Informasi).
- Supriyadi (Pustakawan STKIP MPL LAMPUNG).
- Sushanty Chandradewi (Librarian The Japan Foundation, Jakarta).
- Suzanna Katharina Mamahit (Universitas Ciputra Library).
- Tan Kayen (Kedungwuni).
- Tatang Pamungkas (Surabaya).
- Taufik Hidayah (Pustakawan SMP Negeri 2 Maos,Cilacap).
- Tri Hardiningtyas (Pustakawan UNS).
- Trini Haryanti (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia).
- Umi Proboyekti (FPPTI DIY).
- Verina Maria Oktaviane (Pustakawan Majalah SWA).
- Vivit Wardah Rufaidah (PUSTAKA BOGOR).
- Wahid Nashihuddin (PDII LIPI).
- Wasli Andril Fajar (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UNAIR).
- Wawan Darmawan (Mahasiswa Ilmu Informasi & Perpustakaan UNPAD).
- Welmin Suharto (Pustakawan Universitas Brawijaya).
- Wibowo Purnomohadi (Pendiri Grup Republik Pustakawan).
- Wiji Lestari (Mahasiswi D3 Perpustakaan UNS).
- Winda Hanifa (Mahasiswa IP&I).
- Wuri Indri Pramesti (Sumedang).
- Yanti Kustanti, A.Md., S.Sos. (Pustakawan SMA Negeri 3 Sidoarjo – Jawa Timur).
- Yanto Dhiya’uddin (Mahasiswa S2 IP&I UIN Sunan Kalijaga).
- Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI).
- Yoseva Silaen (Pustakawan Khusus).
- Yournetty (Pustakawan Perpustakaan Umum LIA).
- Yuli Asmini (Pustakawan dan Educator Komnas HAM Indonesia).
- Yulianti Fajar Wulandari (Pustakawan Kementerian Kehutanan RI).
- Yulianti Sodikin (Pustakawan Fikom Unpad).
- Yusri Fahmi (Pustakawan STAIN Padangsidimpuan Sumatera Utara).
- Yustin Ningsih (Jombang).
- Zulianto Adi (Pustakawan Sekolah Alam Cikeas).
Sunday, April 15, 2012
Buku: One Day in A Library
Daftar Judul Karya & Nama Penulis Kontributor Naskah "One Day in a Library" (ODiL)
I LOVE LIBRARY
- I Love Library! Do You? (Ida Mulyani )
- Rumah Kedua itu Bernama Perpustakaan (Retnadi Nur'aini)
- Gething Nyanding (Cunik Yupila Mahartiningsih)
- Sudut Rahasia (Aries Setiadi)
- Cerita Cintaku Pada Perpustakaan (Dian Onasis)
- Pengalaman Pertama Menuju Cinta Selamanya (Oci Aja)
PERPUSTAKAAN IDAMAN
- Sudut Pandang Baru tentang Perpustakaan (Hendra Veejay)
- Perpustakaan Idaman di Sudut Kota Malang (Miyosi Ariefiansyah)
CINTAKU DI PERPUSTAKAAN
- Hukuman Cinta di Perpustakaan (Selvy Erline)
- Aku Selalu Menunggumu di “Kaki Pus-Pus” (Murti Yuliastuti)
- Teror “Penunggu Perpustakaan” (Haya Aliya Zaki)
MINAT BACA
- Gudang Buku (Hardi Yansyah)
- Yang Tak Terlupakan di Perpustakaan (Maharani Aulia)
- Berkah Si Puput (Tanjung Ardhiani)
- Dewi (Naylis El-Farihah)
- Berjuta Ceria dengan Perpustakaan (Ria Fariana )
- Hari Terakhir Mariko (Retno Adjie)
- Buku Misterius Bersampul Merah (Indah IP)
MISTERI DI PERPUSTAKAAN
- Sedikit Penasaran (Herw Chokichim)
- Sore Itu di Perpustakaan (Dewi Irianti)
- Benar atau Bohong? (Ilma Fathnurfirda)
KOK PERPUSTAKAAN BEGINI, SIH?
- Library Fever (Daniel Hermawan)
- Petualangan Birokrasi (Iwan Alfarizy)
- Pengelola Galak pun Luluh (Kania Gho)
- Dilarang Lapar di Perpustakaan (Fitta Astriyani)
- Sadis (Fatiharifah)
PUSTAKAWAN PUNYA CERITA
- My Diary in the Library (Supi Amaliah)
- Suatu Masa di Perpustakaan (Sukron Sugandi)
- Berawal dari Digimon (Edi Dimyati)
- Perpustakaan Sepi, Godaan pun Datang (Maryulisman)
- Lelaki-Lelaki Kuat di Perpustakaan (Ibnu Atoirahman)
- Mencerdaskan Umat (Theresia Hardiyanti)
- Tentang Perpustakaan Kami (Prito Windiarto)
- Saya Bukan Tikus (Fiyan Arjun)
PERPUSTAKAAN DI MANCANEGARA
- Gempa di Perpustakaan Bawah Tanah (Kuma Kumiko)
- Perpustakaan Itu Menarik! (Aan Wulandari Usman)
- Tempat Berakhir Pekan (Nesia Andriana Arief)
- Narsis Plus Norak di Perpustakaan Hong Kong dan Singapura (Laura Khalida)
- Perpustakaan: Indonesia vs Singapura (Dewi Muliyawan)
- Perpustakaan FLP Hong Kong (Dian Retno Megawati)
- Saksi Bisu (Rihanu Alifa)
MASIH TENTANG PERPUSTAKAAN
- Perpus, Oh, Perpus (Indah IP)
- Kisah Dudul di Perpustakaan Kampus Tetangga (Iweddudul)
- Loker, Riwayatmu Kini (Sulistiya Ahmad)
- Menunggu Koran (Shabrina WS)
- Kesalahan yang Harus Dibayar (Rafi Azmillah)
- Gara-Gara Iseng di Perpustakaan Sekolah (Ida Fitrie Dwiyanto)
- Teman yang Nyaman (Zakyzahra Tuga)
- Jangan Membakar Perpustakaan! (Hendra Veejay)
KISAH SUKSES
- Penghargaan dan Kebanggaan (Jayaning Sila Astuti)
- Aku Bisa Menjadi Sarjana dan Bekerja karena Perpustakaan (Anton)
SINOPSIS : Apa kenanganmu tentang Perpustakaan? Hanya sebuah gudang buku yang tak menarik atau merupakan tempat yang nyaman dan bermanfaat? Pasti kita semua memiliki memori berkesan tentang Perpustakaan. One Day in A Library adalah kumpulan kisah seru di perpustakaan, yang disusun oleh seorang mantan pustakawati dan didukung oleh 50 penulis lain sebagai kontributor antologi ini.
Ya seru lah pasti! Ada cerita yang menyebalkan, menyenangkan, menegangkan, dan sebagainya. Di sini juga digambarkan betapa uniknya aneka karakter para pemakai perpustakaan dan juga sang pustakawan yang bahasa kerennya Librarian. Membaca kumpulan kisah seru ini membuat kita semakin menyadari pentingnya peran perpustakaan bagi pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum.
Semoga dengan buku ini pembaca bisa bernostalgia tentang kisah seru masing-masing di perpustakaan. I Love Library! Do You?
Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox FB dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!! Ida Mulyani
Friday, April 13, 2012
10 Kriteria Pustakawan Ideal
“Membaca dapat membuka jendela dunia”. Begituah ungkapan yang sering
kita dengar untuk memotivasi anak, siswa, mahasiswa, dan masyarakat di
sekitar kita agar gemar membaca. Membaca erat hubungannya dengan
perpustakaan sebagai tempat buku-buku berada.
Menurut Wikipedia on line, Perpustakaan merupakan tempat koleksi buku dan majalah. Perpustakaan akan berdaya guna tinggi jika memiliki profil pustakawan yang ideal. Permasalahannya adalah apa sajakah ciri- ciri yang harus dimiliki seseorang agar dapat dikatakan sebagai pustakawan yang ideal?, di sini penulis akan mencoba untuk memberikan beberapa kriteria profil pustakawan yang ideal. Kriteria tersebut antara lain:
1. Profesional
Sebagai pemberi jasa layanan pencarian”search”, seorang pustakawan dituntut ahli dalam bidangnya. Untuk dapat menjadi ahli dalam bidangnya maka harus melalui pendidikan atau sekolah khusus profesi pustakawan baik D3 maupun S1, bahkan S2 atau S3 kalau ada. Jika sekolah profesi ini tidak ada di dalam negeri maka jenjang pendidikan tersebut dapat ditempuh di luar negeri. Jika di luar negri sulit di temukan maka peminat juga dapat mengajukan proposal pendirian sekolah profesi ini ke menteri pendidikan agar mendapat respon dan tindak lanjut.
Pustakawan yang ideal harus memiliki gelar sesuai dengan bidang yang di ampu, misalnya Sarjana Perpustakaan (SPerp), Master Perpustakaan(MPerp), dan seterusnya. Hal ini sangat penting guna kelangsungan jenjang dan perhitungan angka kridit bagi profesi ini.
2. Menguasai IT
Seiring dengan perkembangan teknologi, informasipun semakin banyak dan beragam. Kehadiran internet sebagai media informasi membawa perubahan yang besar di berbagaia bidang, tidak terkecuai perpustakaan sebagai salah satu sarana pencarian informasi.
Dengan mengunakan internet, informasi lebih mudah didapatkan hanya dengan mengetikkan kata kuncinya saja pada “search engine”, misalnya pada google dan yahoo yang saat ini begitu larisnya. “ Lalu apa pekerjaan pustakawan kalau sudah begitu?”, “apakah pustakawan tidak diperlukan lagi?”, “Tentu tidak demikian”. Peran pustakawan di sini masih banyak, antara lain:
Menyediakan alamat-alamat Web dan catalog web untuk berbagai bidang, misalnya informasi tentang peternakan, pertanian, kesehatan dan kedokteran, pendidikan, hubungan internasional, ketenagakerjaan, hukum, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, farmasi, perindustrian astronomi, robot, inovasi teknologi, motivasi, bisnis, perindustrian dan sebagainya.
Menyediakan dan membantu pencarian jurnal-jurnal dengan mengetahui cara mengoleksi dan menata alamat-alamat situsnya dengan teratur, misalnya jurnal Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran, Peternaan, dan sebagainya.
Membuat dan mengisi Web perpustakaannya dengan link-link yang unik dan teratur sedemikian rupa, sehingga memudahkan user dalam pencarian informasinya.
Membuat link berita terkini yang berisi informasi-informasi hangat yang up to date diberbagai bidang, antara lain bidang pendidikan misalnya tentang EBTANAS, kesehatan misalnya tentang mewabahnya flu babi oleh virus H1N1, dan lain-lain
Membuat link berita terlaris saat ini
Membuat link berita lomba bulan ini dan berikutnya
Membuat link abstrak-abstrak penelitian
Membuat link jurnal
Membuat link buku terbaru
Membuat link buku terlaris baik dalam maupun luar negeri
Membuat link Majalah
Link artikel
Karya sastra
kebudayaan
Link Koran dan lain-lain
Pustakawan yang ideal mutlak memiliki kemampuan dan sense yang kuat terhadap perkembangan IT.
3. Performent yang Bagus
Penampilan yang rapi, bersih, harum, murah senyum, dan melayani dengan sepenuh hati merupakan cerminan performen seorang pustakawan yang ideal. Ia harus memiliki prinsip bahwa dengan melayani user sampai mendapatkan informasi yang diinginkan merupakan keberhasilan tersendiri yang harus dicatat pada memo hariannya. Keberhasilan ini hendaknya menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diukur dengan materi.
Catatan seberapa banyak user yang telah dibantu untuk mendapatkan judul, masalah, atau informasi perlu dibukukan. Buku ini kemudian dapat dijadikan salah satu laporan kenaikan tingkat atau laporan kepada atasan.
Seberapa lelah pun, seorang pustakawan yang ideal harus murah senyum terhadap user dan teamnya. Senyum akan memberikan kesan nyaman dan bersahabat kepada user, sehingga user betah di perpustakaan dan merasa senang.
4. Inovatif
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, inovatif berasal dari kata inovasi yang berarti penemuan baru yang berbeda dari yang telah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Sedangkan inovatif sendiri berarti kemempuan untuk berinovasi atau kemampuan untuk mengadakan inovasi. Pustakawan yang ideal diharapkan memiliki sikap yang senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginfestasi kemungkinan-kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awe). Contoh nyata dari sikap tersebut misalnya, seorang pustakawan mampu mengajukkan proposal buku-buku yang bermutu, memasang poster buku baru yang menarik, menulis synopsis dari buku tersebut. Memasang link-link terbaru dan meng up date nya setiap hari guna kepentingan user.
Pustakawan yang ideal memiliki sikap yang “Committed to learning” , yaitu berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala input, menyeimbangkan segala informasi yang terkumpul, dan menyelaraskan setiap tindakkan. Keinovatifan seorang pustakawan sangat diperlukan guna peningkatan kemajuan sebuah perpustakaan yang selalu tanggap terhadap perkembangan jaman.
5. Mampu Melaksanakan Menejemen Informasi Perpustakaan
Manajemen informasi perpustakaan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan sebuah perpustakaan. Tiga hal pokok yang merupakan manajemen informasi perpustakaan, antara lain:
Perolehan informasi, bagaimana seluruh informasi dapat diperoleh untuk kepentingan pengguna
Penataan Informasi, yaitu informasi-informasi yang telah diperoleh sedemikian rupa ditata menurut subyek, kata kunci, judul, penerbit, pengarang, atau dari asalnya misalnya web, link, atau situs-situs tertentu, CD, video, surat kabar, majalah dan sebagainya. Penataan yang teratur seperti ini akan memudahkan kita dalam pencarian informasi kembali.
Pencarian kembali informasi, yaitu ketika pengguna berkunjung ke perpustakaan maka tugas seorang pustakawan adalah dapat membantu pencarian sasaran informasi dengan cepat karena ia telah mengetahui tempat informasi tersebut.
Pustakawan haruslah merupakan team yang sholid, yang mampu bekerja sama. Setiap pustakawan memiliki tugas yang berbeda-beda namun satu tujuan yaitu kepuasan dari pengguna. Menginggat tiga hal pokok manajemen perpustakaan, maka pustakawan yang ideal harus mampu bekerj secara efektif dan efisien. Efektif dalam perolehan informasi dan efisien dalam waktu. Efektif dalam pencarian kembali informasi dan efisien terhadap waktu. Dari tiga hal pokok tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pustakawan yang ideal adalah pustakawan yang mampu melaksanakan manajemen informasi perpustakan secara efektif dan efisien.
6. User Oriented (berorientasi kepada pengguna)
Sebagai penyedia jasa seorang pustakawan harus memiliki prinsip “User Oriented”, yaitu dengan tujuan untuk kepuasan penguna. Pustakawan yang ideal akan terbuka terhadap kritik dan saran dari pengguna baik secara langsung maupun pengaduan pengguna baik secara elektronik maupun langsung, demi perbaikan layanan dan kepuasan pengguna.
7. Santun dan tegas terhadap pelanggaran
Pengguna sebagai manusia biasa kadang-kadang ada saja yang tidak mau membaca tata tertib perpustakaan, ketidak tahuan dan ketidak perdulian pengguna perpustakaan terkadang dapat merugikan pengguna yang lain. Contohnya ada pengguna yang merobek buku untuk keperluannnya sendiri. Tentu hal ini akan merugikan pengguna yang lain dalam pencarian informasi berikutnya. Oleh karena itu pustakawan yang ideal harus mengingatkan dengan santun tetapi tegas. Misalnya dengan pemberian sangsi mengembalikan lembar yang telah disobek dengan rapi kembali atau dapat juga dengan menganti membelikan buku yang sama. Sehingga dapat menjadi peringgatan bagi pengguna yang lain.
8. Special Day to User
Dalam pelayanan terhadap pengguna, seorang pustakawan yang ideal akan memikirkan bagaimana pengguna terkesan terhadap etos kerja dan pelayanannya. Pemberian Special Day to User, misalnya di setiap hari Senin ada “Coffee break” dan lain-lain. Hal ini akan memberikan resfek yang positif kepada pengunjung. Penggunjung akan merasa diperhatikan dan betah dalam mencari informasi dan wawasan.
9. Pandai dalam menggalang dana
Koleksi buku-buku yang lengkap, link-link yang lengkap dan up to date sangat diperlukan pada perpustakaan yang maju. Seorang pustakawan yang ideal mampu melakukan kerjasama dengan semua instansi baik swasta maupun pemerintah. Bentuk dan metode kerjasama dapat bermacam-macam antara lain:
Kerjasama dengan instansi pendidikan
Kerjasama dengan perusahaan
Kerjasama dengan perpustakaan lain
Kerjasama dengan stike holder dan berbagai instansi lain
Kerja sama dengan instansi pendidikan dapat berupa fasilitas peminjaman buku-buku pelajaran dengan cara yang lebih mudah untuk siswa di sekolah tersebut. Pihak perpustakaan mendapat informasi buku apa saj yang harus dikoleksi dari sekolah yang membutuhkannya. Selain itu pihak instansi pendidikan dapat menyumbang untuk perkembangan perpustakaan dengan dana seiklhasnya.
Kerjasama dengan perusahaan dapat dilakukan dalam hal penggalangan dana. Pembelian buku yang lengkap dan memuat berbagai topik serta buku –buku terbaru membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu kerjasama dengan perusahaan dalam rangka mendapatkan dana sangat diperlukan. Pihak perpustakaan dapat menyediakan buku-buku tentang bisnis, motivasi dan kiat-kiat membangun perusahaan yang sukses, memasang poster perusahaan penyandang dana, mempromosikan jenis usaha, produk dari perusahaan dan sebagainya. Pihak perusahaan dapat membantu pihak perpustakaan dalam bentuk pemberian dana. Kerjasama yang baik antara kedua belah pihak akan memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan sebuah perpustakaan.
10. Dirindukan Pengguna dan Masyarakat sekitarnya
Oleh karena kiprah dan keberadaanya yang sangat membantu dan berguna bagi masyarkat sekitarnya, mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada pengunjung, maka keberadaan pustakawan yang ideal sangat dirindukan oleh user nya. Kehadiran dan jasanya sangat dinantikan.
“Semoga bangsa Indonesia mendapatkan pustakawan-pustakawan yang ideal, yang mampu memberi inspirasi, motivasi dan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.” “Semakin banyak informasi, pengetahuan, inovasi, keceriaan, kegairahan dalam membaca dan mencari wawasan maka semakin cerdaslah suatu bangsa.” perpustakaan.kaltimprov.go.id
Menurut Wikipedia on line, Perpustakaan merupakan tempat koleksi buku dan majalah. Perpustakaan akan berdaya guna tinggi jika memiliki profil pustakawan yang ideal. Permasalahannya adalah apa sajakah ciri- ciri yang harus dimiliki seseorang agar dapat dikatakan sebagai pustakawan yang ideal?, di sini penulis akan mencoba untuk memberikan beberapa kriteria profil pustakawan yang ideal. Kriteria tersebut antara lain:
1. Profesional
Sebagai pemberi jasa layanan pencarian”search”, seorang pustakawan dituntut ahli dalam bidangnya. Untuk dapat menjadi ahli dalam bidangnya maka harus melalui pendidikan atau sekolah khusus profesi pustakawan baik D3 maupun S1, bahkan S2 atau S3 kalau ada. Jika sekolah profesi ini tidak ada di dalam negeri maka jenjang pendidikan tersebut dapat ditempuh di luar negeri. Jika di luar negri sulit di temukan maka peminat juga dapat mengajukan proposal pendirian sekolah profesi ini ke menteri pendidikan agar mendapat respon dan tindak lanjut.
Pustakawan yang ideal harus memiliki gelar sesuai dengan bidang yang di ampu, misalnya Sarjana Perpustakaan (SPerp), Master Perpustakaan(MPerp), dan seterusnya. Hal ini sangat penting guna kelangsungan jenjang dan perhitungan angka kridit bagi profesi ini.
2. Menguasai IT
Seiring dengan perkembangan teknologi, informasipun semakin banyak dan beragam. Kehadiran internet sebagai media informasi membawa perubahan yang besar di berbagaia bidang, tidak terkecuai perpustakaan sebagai salah satu sarana pencarian informasi.
Dengan mengunakan internet, informasi lebih mudah didapatkan hanya dengan mengetikkan kata kuncinya saja pada “search engine”, misalnya pada google dan yahoo yang saat ini begitu larisnya. “ Lalu apa pekerjaan pustakawan kalau sudah begitu?”, “apakah pustakawan tidak diperlukan lagi?”, “Tentu tidak demikian”. Peran pustakawan di sini masih banyak, antara lain:
Menyediakan alamat-alamat Web dan catalog web untuk berbagai bidang, misalnya informasi tentang peternakan, pertanian, kesehatan dan kedokteran, pendidikan, hubungan internasional, ketenagakerjaan, hukum, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, farmasi, perindustrian astronomi, robot, inovasi teknologi, motivasi, bisnis, perindustrian dan sebagainya.
Menyediakan dan membantu pencarian jurnal-jurnal dengan mengetahui cara mengoleksi dan menata alamat-alamat situsnya dengan teratur, misalnya jurnal Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran, Peternaan, dan sebagainya.
Membuat dan mengisi Web perpustakaannya dengan link-link yang unik dan teratur sedemikian rupa, sehingga memudahkan user dalam pencarian informasinya.
Membuat link berita terkini yang berisi informasi-informasi hangat yang up to date diberbagai bidang, antara lain bidang pendidikan misalnya tentang EBTANAS, kesehatan misalnya tentang mewabahnya flu babi oleh virus H1N1, dan lain-lain
Membuat link berita terlaris saat ini
Membuat link berita lomba bulan ini dan berikutnya
Membuat link abstrak-abstrak penelitian
Membuat link jurnal
Membuat link buku terbaru
Membuat link buku terlaris baik dalam maupun luar negeri
Membuat link Majalah
Link artikel
Karya sastra
kebudayaan
Link Koran dan lain-lain
Pustakawan yang ideal mutlak memiliki kemampuan dan sense yang kuat terhadap perkembangan IT.
3. Performent yang Bagus
Penampilan yang rapi, bersih, harum, murah senyum, dan melayani dengan sepenuh hati merupakan cerminan performen seorang pustakawan yang ideal. Ia harus memiliki prinsip bahwa dengan melayani user sampai mendapatkan informasi yang diinginkan merupakan keberhasilan tersendiri yang harus dicatat pada memo hariannya. Keberhasilan ini hendaknya menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diukur dengan materi.
Catatan seberapa banyak user yang telah dibantu untuk mendapatkan judul, masalah, atau informasi perlu dibukukan. Buku ini kemudian dapat dijadikan salah satu laporan kenaikan tingkat atau laporan kepada atasan.
Seberapa lelah pun, seorang pustakawan yang ideal harus murah senyum terhadap user dan teamnya. Senyum akan memberikan kesan nyaman dan bersahabat kepada user, sehingga user betah di perpustakaan dan merasa senang.
4. Inovatif
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, inovatif berasal dari kata inovasi yang berarti penemuan baru yang berbeda dari yang telah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Sedangkan inovatif sendiri berarti kemempuan untuk berinovasi atau kemampuan untuk mengadakan inovasi. Pustakawan yang ideal diharapkan memiliki sikap yang senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginfestasi kemungkinan-kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awe). Contoh nyata dari sikap tersebut misalnya, seorang pustakawan mampu mengajukkan proposal buku-buku yang bermutu, memasang poster buku baru yang menarik, menulis synopsis dari buku tersebut. Memasang link-link terbaru dan meng up date nya setiap hari guna kepentingan user.
Pustakawan yang ideal memiliki sikap yang “Committed to learning” , yaitu berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala input, menyeimbangkan segala informasi yang terkumpul, dan menyelaraskan setiap tindakkan. Keinovatifan seorang pustakawan sangat diperlukan guna peningkatan kemajuan sebuah perpustakaan yang selalu tanggap terhadap perkembangan jaman.
5. Mampu Melaksanakan Menejemen Informasi Perpustakaan
Manajemen informasi perpustakaan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan sebuah perpustakaan. Tiga hal pokok yang merupakan manajemen informasi perpustakaan, antara lain:
Perolehan informasi, bagaimana seluruh informasi dapat diperoleh untuk kepentingan pengguna
Penataan Informasi, yaitu informasi-informasi yang telah diperoleh sedemikian rupa ditata menurut subyek, kata kunci, judul, penerbit, pengarang, atau dari asalnya misalnya web, link, atau situs-situs tertentu, CD, video, surat kabar, majalah dan sebagainya. Penataan yang teratur seperti ini akan memudahkan kita dalam pencarian informasi kembali.
Pencarian kembali informasi, yaitu ketika pengguna berkunjung ke perpustakaan maka tugas seorang pustakawan adalah dapat membantu pencarian sasaran informasi dengan cepat karena ia telah mengetahui tempat informasi tersebut.
Pustakawan haruslah merupakan team yang sholid, yang mampu bekerja sama. Setiap pustakawan memiliki tugas yang berbeda-beda namun satu tujuan yaitu kepuasan dari pengguna. Menginggat tiga hal pokok manajemen perpustakaan, maka pustakawan yang ideal harus mampu bekerj secara efektif dan efisien. Efektif dalam perolehan informasi dan efisien dalam waktu. Efektif dalam pencarian kembali informasi dan efisien terhadap waktu. Dari tiga hal pokok tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pustakawan yang ideal adalah pustakawan yang mampu melaksanakan manajemen informasi perpustakan secara efektif dan efisien.
6. User Oriented (berorientasi kepada pengguna)
Sebagai penyedia jasa seorang pustakawan harus memiliki prinsip “User Oriented”, yaitu dengan tujuan untuk kepuasan penguna. Pustakawan yang ideal akan terbuka terhadap kritik dan saran dari pengguna baik secara langsung maupun pengaduan pengguna baik secara elektronik maupun langsung, demi perbaikan layanan dan kepuasan pengguna.
7. Santun dan tegas terhadap pelanggaran
Pengguna sebagai manusia biasa kadang-kadang ada saja yang tidak mau membaca tata tertib perpustakaan, ketidak tahuan dan ketidak perdulian pengguna perpustakaan terkadang dapat merugikan pengguna yang lain. Contohnya ada pengguna yang merobek buku untuk keperluannnya sendiri. Tentu hal ini akan merugikan pengguna yang lain dalam pencarian informasi berikutnya. Oleh karena itu pustakawan yang ideal harus mengingatkan dengan santun tetapi tegas. Misalnya dengan pemberian sangsi mengembalikan lembar yang telah disobek dengan rapi kembali atau dapat juga dengan menganti membelikan buku yang sama. Sehingga dapat menjadi peringgatan bagi pengguna yang lain.
8. Special Day to User
Dalam pelayanan terhadap pengguna, seorang pustakawan yang ideal akan memikirkan bagaimana pengguna terkesan terhadap etos kerja dan pelayanannya. Pemberian Special Day to User, misalnya di setiap hari Senin ada “Coffee break” dan lain-lain. Hal ini akan memberikan resfek yang positif kepada pengunjung. Penggunjung akan merasa diperhatikan dan betah dalam mencari informasi dan wawasan.
9. Pandai dalam menggalang dana
Koleksi buku-buku yang lengkap, link-link yang lengkap dan up to date sangat diperlukan pada perpustakaan yang maju. Seorang pustakawan yang ideal mampu melakukan kerjasama dengan semua instansi baik swasta maupun pemerintah. Bentuk dan metode kerjasama dapat bermacam-macam antara lain:
Kerjasama dengan instansi pendidikan
Kerjasama dengan perusahaan
Kerjasama dengan perpustakaan lain
Kerjasama dengan stike holder dan berbagai instansi lain
Kerja sama dengan instansi pendidikan dapat berupa fasilitas peminjaman buku-buku pelajaran dengan cara yang lebih mudah untuk siswa di sekolah tersebut. Pihak perpustakaan mendapat informasi buku apa saj yang harus dikoleksi dari sekolah yang membutuhkannya. Selain itu pihak instansi pendidikan dapat menyumbang untuk perkembangan perpustakaan dengan dana seiklhasnya.
Kerjasama dengan perusahaan dapat dilakukan dalam hal penggalangan dana. Pembelian buku yang lengkap dan memuat berbagai topik serta buku –buku terbaru membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu kerjasama dengan perusahaan dalam rangka mendapatkan dana sangat diperlukan. Pihak perpustakaan dapat menyediakan buku-buku tentang bisnis, motivasi dan kiat-kiat membangun perusahaan yang sukses, memasang poster perusahaan penyandang dana, mempromosikan jenis usaha, produk dari perusahaan dan sebagainya. Pihak perusahaan dapat membantu pihak perpustakaan dalam bentuk pemberian dana. Kerjasama yang baik antara kedua belah pihak akan memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan sebuah perpustakaan.
10. Dirindukan Pengguna dan Masyarakat sekitarnya
Oleh karena kiprah dan keberadaanya yang sangat membantu dan berguna bagi masyarkat sekitarnya, mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada pengunjung, maka keberadaan pustakawan yang ideal sangat dirindukan oleh user nya. Kehadiran dan jasanya sangat dinantikan.
“Semoga bangsa Indonesia mendapatkan pustakawan-pustakawan yang ideal, yang mampu memberi inspirasi, motivasi dan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.” “Semakin banyak informasi, pengetahuan, inovasi, keceriaan, kegairahan dalam membaca dan mencari wawasan maka semakin cerdaslah suatu bangsa.” perpustakaan.kaltimprov.go.id
Thursday, April 12, 2012
Peran Pustakawan di Internet dan Lingkungan World Wide Web
Paralihan dari koleksi perpustakaan tradisional ke koleksi digital atau virtual disajikan pustakawan dengan peluang-peluang baru. Internet, lingkungan web dan alat-alat canggih terkait telah memberikan pustakawan peran dinamis baru untuk bermain dan melayani masyarakat berbasis informasi baru dengan cara
yang lebih baik. Karena fitur canggih dari web seperti distribusi,
keanekaragaman, kerjasama, multimedia, multi-protokol, hypermedia
berorientasi arsitektur, World Wide Web telah merombak cara orang mengakses informasi, dan telah membuka kemungkinan baru seperti perpustakaan digital, perpustakaan virtual, penemuan kembali informasi ilmiah, dan penyebaran informasi.
Tidak hanya dunia menjadi saling terhubung, tetapi juga penggunaan
internet dan web telah mengubah peran fundamental, cara pandang, dan
budaya organisasi
perpustakaan dan juga pustakawan. Artikel ini menjelaskan ruang lingkup
internet dan web, keberadaan pustakawan di lingkungan yang berubah,
kesejajaran antara ilmu informasi dan teknologi informasi,
pustakawan dan agen cerdas, kerja dari agen cerdas, kekuatan,
kelemahan, ancaman dan peluang dalam hubungan antara pustakawan dan web.
Peran pustakawan di internet dan lingkungan web terutama sebagai
perantara, fasilitator, dan pelatih pengguna, pembangun website,
peneliti, pendesain interface, manajer pengetahuan dan pengayak sumberdaya informasi. Baca artikel lengkap
Sumber: pdii.lipi.go.id
Sumber: pdii.lipi.go.id
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN: SUATU PENDEKATAN PRAKTIK
![]() |
| Buku Manajemen Perpustakaan |
Penulis/Author: Sutarno NS
Penerbit/Publisher: Samitra Media Utama
Edisi/Edition: 2004
Halaman/Pages: 268
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
***
Sebuah perpustakaan akan dapat "memainkan" peran sebagaimana mestinya manakala dikelola menurut "kaidah" yang berlaku. Kaidah itu adalah, pertama menurut teori atau ilmu perpustakaan, dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan seperti Manajemen, Sistem Informasi Manajemen, Teknologi Informasi. Kedua menurut praktik yang disesuaikan dengan situasi dan lingkungan setempat. Sebab menurut pengalaman dalam banyak hal, segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan teori saja, biasanya belum dapat mencapai hasil yang maksimal. Sebaliknya jika hanya diselenggarakan dengan pengalaman praktik tanpa berpedoman kepada ilmu yang bersangkutan, belum juga menjamin dapat berlangsung sebagaimana diharapkan.
Pertanyaannya: Apakah perpustakaan yang sudah diselenggarakan menurut "aturan main" tersebut bisa dijamin akan berhasil baik? Belum tentu. Oleh karena masih ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi atau menentukan keberhasilan sebuah perpustakaan. Paling tidak, ada dua hal lagi yang dapat memberikan warna, yaitu semangat manusia yang mengelola dan respon masyarakat pemakai atas keberadaan perpustakaan tersebut. Keterpaduan atas faktor-faktor tersebut merupakan prasyarat untuk membina dan mengembangkan perpustakaan dalam memberikan makna, mengangkat citra, dan kinerja yang lebih baik.
Buku ini memberikan gambaran tentang bagaimana mengelola perpustakaan menurut keduanya, teori dan pendekatan praktik. Semoga apa yang terkandung di dalamnya dapat memberikan manfaat. openboooks.com
Monday, April 2, 2012
Kantor Perpustakaan dan Arsip Mahidin Said Rohul Kian Ramai Pengunjung
| Perpustakaan (ilustrasi) |
Kepala KPA Mahidin Said Rohul H Yulisman SS.MM, mengatakan peningkatan kunjungan terlihat setiap harinya. Menurutnya, para pengunjung sekarang lebih membaca nyaman di perpustakaan di lokasi baru, di Balai Pertemuan Pasirpangaraian, daripada di lokasi lama di kantor lama.
“Lokasi disana memang mendukung. Selain lokasi luas, kita juga sudah siapkan beberapa meja agar pengunjung bisa membaca buku di perpustakaan. Kalau sebelumnya kan ruangan sempit, apalagi ruangan minim ventilasi, sehingga kurang nyaman,” ungkapnya saat berbincang dengan riauterkini.com di Pasirpangaraian.
Yulisman mengaku antusias pengunjung bertambah. Seperti sejak pindah lokasi, murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan murid Sekolah Dasar (SD), hampir setiap harinya secara bergantian mengunjungi Perpustakaan Mahidin Said di Pasirpangaraian.
“Kunjungan murid PAUD, TK dan SD, hampir setiap hari. Bahkan dalam seminggu antara tiga sampai empat kali kunjungan ke sini, tapi mereka mesti melapor dulu, sebab ditakutkan lokasi tidak cukup, sehingga kita susun jadwal secara bergantian,” jelasnya.
Untuk sosialisasi membangun kesadaran pentingnya membaca bagi siswa SLTP dan SLTA, menurut Yulisman lagi, hal itu cukup disosialisasikan melalui media massa atau semacam pengumuman di sekolah.
“Siswa SLTP dan SLTA kan sudah dewasa, biasanya mereka datang sendiri atau bersama teman-temannya saja. Tapi begitu, sosialisasi rutin tetap berjalan di sekolah-sekolah, rencana kita akan kerjasama dengan media radio lokal,” katanya.
Saat ini pihaknya sedangkan melakukan transisi buku dari gudang kantor ke rak-rak perpustakaan, sebab tenaga yang ada belum memadai. “Menyusun buku ke rak itu sulit, kita mesti pisahkan jenis bukunya, tidak asal pajang,” ujarnya.
Kemampuan tenaga belum memadai, kata Yulisman baru ada dua calon Pustakawan, yaitu seorang yang sudah PNS masih menjalani pendidikan, sedangkan seorang lagi masih mengurus Sertifikasi Pustakawan ke pusat sebab yang sudah habis masa berlakunya.
”Jadi sekarang ini kita masih menggunakan tenaga pegawai yang ada, tapi kemampuannya sudah sebanding pustakawan,” tandasnya.
Agar pengunjung semakin mudah mencari buku, seluruh buku disesuaikan raknya. Untuk referensi mahasiswa diakuinya juga sudah memadai, tapi baru sebatas referensi budaya Melayu karangan putra tempatan Rohul dan Riau.
Staf KPA Rohul Sumardi, yang masih mengurus sertifikasi pustakawan, mengatakan Perpustakaan Mahidin Said kini telah memiliki 38.627 eksemplar buku dengan 4.218 judul. Sementara untuk buku referensi tentang Rohul baru 175 eksemplar dan berbagai judul.
“Kalau secara skala Provinsi Riau, ada sekitar 475 eksemplar buku berbagai judul. Buku-buku ini hanya diperbolehkan di baca disini, sebab sudah mendapatkannya dan sudah langka,” ungkap Sumardi. riauterkini.com
Friday, March 30, 2012
Lansiran Google Key Word "Pustakawan"
Pustakawan Istimewa Universiti Kami | Bersama Dakwah
Bersama Dakwah: Pustakawan Istimewa Universiti Kami – Media dakwah yang menyajikan berita dunia Islam, artikel Islami, tafsir Al-Quran, hadits, khutbah ...
www.bersamadakwah.com/.../ pustakawan-istimewa- universiti-...
Kode Etik Pustakawan dan Praktiknya dalam Perspektif Umum ...
Kewajiban-kewajiban pustakawan yang tercantum dalam kode etik tersebut, ... Pustakawan menjaga martabat dan moral serta mengutamakan pengabdian dan ...
yonaprimadesi.wordpress.com/.. ./kode-etik-pustakawan-dan-p.. .
Lowongan Pustakawan di Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu ...
DIBUTUHKAN SEGERA STAF PERPUSTAKAAN Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu membutuhkan profesional muda dengan kualifikasi sebagai berikut: ...
www.pemustaka.com/lowongan- pustakawan-di-perguruan-isla.. .
Lowongan Pustakawan PT.CIPTA TATA DOKUMEN INDONESIA
CIPTA TATA DOKUMEN INDONESIA membuka lowongan kerja sebagai Pustakawan di Bandung (kabupaten). Lowongan ini dipasang pada tanggal 22 Maret ...
www.klikkarir.com/detail/ 57577/pustakawan.html
Seputar Dunia Perpustakaan: Lowongan Pustakawan di Teknik ...
kumpulan informasi tentang berbagai berita-berita perpustakaan saat ini. SELAMAT DATANG DI BLOG SEPUTAR DUNIA PERPUSTAKAAN, SEMOGA BISA ...
beritaperpustakaan.blogspot. com/.../lowongan-pustakawan- di-...
Delegasi Pustakawan UNISSULA Pada Acara Seminar "Libraries ...
Libraries : Past, Present and Future, itulah tema dari seminar nasional yang diselenggarakan UPT Perpustakaan UGM Yogyakarta dalam rangka puncak ...
cyberlibrary.unissula.ac.id/ berita-141-delegasi- pustakawan-uni...
Delegasi Pustakawan UNISSULA Pada Acara Seminar "Libraries ...
Libraries : Past, Present and Future, itulah tema dari seminar nasional yang diselenggarakan UPT Perpustakaan UGM Yogyakarta dalam rangka puncak ...
cyberlibrary.unissula.ac.id/ berita-141-delegasi- pustakawan-uni...
Panduan Dosen/Kaprodi/Laboran/Pustakaw an/Keuangan/Adm ...
1. Panduan Dosen Beprestasi 2012 2. Panduan Kaprodi Berprestasi 2012 3. Panduan Laboran Berprestasi 2012 4. Pedoman Pustakawan Berprestasi 2012 5 .
www.kopertis12.or.id/.../ panduan- dosenkaprodilaboranpustak...
Baleq Pustakawan Lombok | Ilmu Pertambangan
Hasil pencarian tentang baleq pustakawan lombok terdapat 0. Penjelasan lengkap tentang baleq pustakawan lombok Search Results hanya di ...
www.ilmupertambangan.info/ info/baleq+pustakawan+lombok
Menanti $ertifikasi Pustakawan - Diponegoro University ...
Menanti $ertifikasi Pustakawan. FATMAWATI, Endang (2012) Menanti $ertifikasi Pustakawan. Suara Merdeka . ISSN 0215-5125 ...
eprints.undip.ac.id/34739/
Peran Pustakawan dalam Kerja Sama dan Jaringan Perpusakaan ...
Dewasa ini, kemajuan teknologi telah berkembang pesat dan menyebar ke semua bidang, tidak terkecuali di perpustakaan. Teknologi informasi atau biasa ...
mediaperpustakaan.blogspot. com/.../peran-pustakawan- dalam-...
SIKAP PUSTAKAWAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI ...
Sikap pustakawan perpustakaan perguruan tinggi terhadap kebijakan pelarangan bahan pustaka di. Indonesia : Drs. Hari Santoso, S.Sos. Artikel Pustakawan ...
library.um.ac.id/.../Sikap% 20pustakawan%20perpustakaan%2. ..
Bersama Dakwah: Pustakawan Istimewa Universiti Kami – Media dakwah yang menyajikan berita dunia Islam, artikel Islami, tafsir Al-Quran, hadits, khutbah ...
www.bersamadakwah.com/.../
Kode Etik Pustakawan dan Praktiknya dalam Perspektif Umum ...
Kewajiban-kewajiban pustakawan yang tercantum dalam kode etik tersebut, ... Pustakawan menjaga martabat dan moral serta mengutamakan pengabdian dan ...
yonaprimadesi.wordpress.com/..
Lowongan Pustakawan di Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu ...
DIBUTUHKAN SEGERA STAF PERPUSTAKAAN Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu membutuhkan profesional muda dengan kualifikasi sebagai berikut: ...
www.pemustaka.com/lowongan-
Lowongan Pustakawan PT.CIPTA TATA DOKUMEN INDONESIA
CIPTA TATA DOKUMEN INDONESIA membuka lowongan kerja sebagai Pustakawan di Bandung (kabupaten). Lowongan ini dipasang pada tanggal 22 Maret ...
www.klikkarir.com/detail/
Seputar Dunia Perpustakaan: Lowongan Pustakawan di Teknik ...
kumpulan informasi tentang berbagai berita-berita perpustakaan saat ini. SELAMAT DATANG DI BLOG SEPUTAR DUNIA PERPUSTAKAAN, SEMOGA BISA ...
beritaperpustakaan.blogspot.
| Pustakawan Indonesia Kumpul di Banjarmasin - Tribun Timur Acara nasional ini dibuka Kepala Perpustakaan Nasional Dra Sri Sularsih,MSi. makassar.tribunnews.com/.../ |
| Lowongan Pustakawan di Gs-Fame Institute Of Business ... LOWONGAN PUSTAKAWAN di GS-FAME INSTITUTE OF BUSINESS Kampus Bisnis bertaraf Internasional yg terletak di Kelapa Gading Jakarta Utara ... www.pemustaka.com/lowongan- |
| 2012 March 17 « Ikatan Pustakawan Indonesia Menulis resensi buku sesungguhnya merupakan tugas utama pustakawan. Setiap hari pustakawan menggeluti buku dan sumber informasi lain untuk ... ipijogja.wordpress.com/2012/ |
| Kesempatan kerja (Pustakawan) - DetikForum Lowongan Pustakawan di Jurusan Teknik Geologi UGM Syarat: 1.Minimal D3 Ilmu Perpustakaan; 2.Kreatif, berkeinginan kuat untuk mengembangkan diri dan ... forum.detik.com/kesempatan- |
Libraries : Past, Present and Future, itulah tema dari seminar nasional yang diselenggarakan UPT Perpustakaan UGM Yogyakarta dalam rangka puncak ...
cyberlibrary.unissula.ac.id/
Delegasi Pustakawan UNISSULA Pada Acara Seminar "Libraries ...
Libraries : Past, Present and Future, itulah tema dari seminar nasional yang diselenggarakan UPT Perpustakaan UGM Yogyakarta dalam rangka puncak ...
cyberlibrary.unissula.ac.id/
| Okezone Kampus - Rita Yulianti, Pustakawan Terbaik UGM JAKARTA - Rita Yulianti, pustakawan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ( UGM) Yogyakarta dinobatkan sebagai pustakawan berprestasi tingkat ... kampus.okezone.com/.../rita- |
| Pustakawan Utama - REKAYASA INDUSTRI, PT - Indonesia ... An EPCC Company for Industrial Plant in Oil & Gas, Refinery, Mineral, Environmental, Infrastructure, Geothermal, and Chemical & Petrochemical Industry is ... id.jobsdb.com/ID/id/Search/ |
| Binder Word - Seminar Nasional Membangun Karakter Pustakawan ... Iwan Prasetyo, posted : 17/Mar/2012 07:44. Seminar Nasional “Membangun Karakter Pustakawan, Menciptakan Perpustakaan Humanis” Moderator: ... www.binderword.com/.../ |
1. Panduan Dosen Beprestasi 2012 2. Panduan Kaprodi Berprestasi 2012 3. Panduan Laboran Berprestasi 2012 4. Pedoman Pustakawan Berprestasi 2012 5 .
www.kopertis12.or.id/.../
Baleq Pustakawan Lombok | Ilmu Pertambangan
Hasil pencarian tentang baleq pustakawan lombok terdapat 0. Penjelasan lengkap tentang baleq pustakawan lombok Search Results hanya di ...
www.ilmupertambangan.info/
Menanti $ertifikasi Pustakawan - Diponegoro University ...
Menanti $ertifikasi Pustakawan. FATMAWATI, Endang (2012) Menanti $ertifikasi Pustakawan. Suara Merdeka . ISSN 0215-5125 ...
eprints.undip.ac.id/34739/
Peran Pustakawan dalam Kerja Sama dan Jaringan Perpusakaan ...
Dewasa ini, kemajuan teknologi telah berkembang pesat dan menyebar ke semua bidang, tidak terkecuali di perpustakaan. Teknologi informasi atau biasa ...
mediaperpustakaan.blogspot.
| Perpustakaan Tidak Butuh Pustakawan Loyo Pustakawan adalah suatu profesi yang memiliki standar-standar keilmuan dan teknis yang baku. Meskipun tidak populer Ilmu Informasi dan Perpustakaan ... edukasi.kompasiana.com/.../ |
| Pustakawan,Teknologi Informasi & Komunikasi - Scribd PRESENTASI INI DI SAJIKAN PADA ACARA WORKSHOP DI HOTEL MARABELA 15-3-2012 by jamridafrizal in pustakawan dan teknologi. www.scribd.com/.../Pustakawan- |
| LOWONGAN PUSTAKAWAN | IKA IPI UIN Sunan Kalijaga STIKES Telogorejo Semarang membutuhkan : STAFF ACCOUNTING STAFF PERPUSTAKAAN KA. TATA USAHA & KA. SARANA DAN PRASARANA ... iapsuka.wordpress.com/2012/03/ |
| Librarian: ENTREPRENEURSHIP PUSTAKAWAN, MEWUJUDKAN ... Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas ... triniharyanti.blogspot.com/... |
Sikap pustakawan perpustakaan perguruan tinggi terhadap kebijakan pelarangan bahan pustaka di. Indonesia : Drs. Hari Santoso, S.Sos. Artikel Pustakawan ...
library.um.ac.id/.../Sikap%
Monday, March 12, 2012
Minat Baca Masyarakat Kota Kupang Rendah
| Ilustrasi |
“Sudah sekitar dua tahun lebih Badan Perpustakaan Daerah Kota Kupang ini ada tapi minat baca dari masyarakat Kota Kupang, saat ini masih sangat rendah,” katanya
Selain minat baca masyarakat yang rendah, Seran mengakui jika koleksi buku di perpustakaan masih sangat kurang. Idealnya, perpustakaan tingkat kabupaten/kota memiliki koleksi buku sekitar 20.000 eksemplar buku, sedangkan perpustakaan Kota Kupang yang dipimpinnya, baru memiliki sekitar 10.700 eksemplar dari 5.740 judul buku.
Subscribe to:
Posts (Atom)

